Senin, 27 Juni 2011

EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI MINYAK BUMI DAN GAS DAN DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN

ABSTRAK
Makalah ini mempunyai latar belakang masalah tentang eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi dan gas dan dampak terhadap lingkungan.
Eksplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data/informasi selengkap mungkin tentang keberadaan sumberdaya alam di suatu tempat.
Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali. Sehingga untuk menentukan lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta cara pengambilannya diperlukan penyelidikan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan.
Eksploitasi adalah usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya. Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, galian padat dan bahan galian cair serta gas.
Sejauh yang diketahu eksplorasi sumberdaya alam masih tetap  penjabaran dari paradigm tersebut di atas. Eksploitasi sumberdaya alam yang hanaya diarahkan untuk mendukuung pertumbuuhan ekonomi tanpa memperhatikan secara keseimbangannya.
 
BAB I
Pendahuluan
Eksploitasi dan eksplorasi sumberdaya alam abanyak diwarnai oleh paradikma yang menilai sumberdaya alam sebagi pedapatan ketimbang modal. Paradikma tersebut telah berkembang jauh sebelum terjadinya revolusi industeri sebagai infestasi dari hasrat manusia untuk menguasai alam yang harusnya saling membutuhkan untuk menuju keseimbangan kualitas hidup yang lebih baik implikasi pandangan dunia yang demikiian secara sadar atau tidak telah membentuk  produksi seluruh aktivitas ekonomi termasuk eksploitasi dan eksplorasi sumberdaya alam pertambangan.
Sejauh yang diketahu eksplorasi sumberdaya alam masih tetap  penjabaran dari paradigm tersebut di atas. Eksploitasi sumberdaya alam yang hanaya diarahkan untuk mendukuung pertumbuuhan ekonomi tanpa memperhatikan secara keseimbangannya.

BAB II
1.      EKSPLORASI
Eksplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data/informasi selengkap mungkin tentang keberadaan sumberdaya alam di suatu tempat.
Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali. Sehingga untuk menentukan lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta cara pengambilannya diperlukan penyelidikan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan.
2.      EKSPLOITASI
Eksploitasi adalah usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya. Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, galian padat dan bahan galian cair serta gas.
3.      EKSPLOITASI DAN EKSPLORASI MINYAK BUMI DAN GAS
Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas pencarian hidrokarbon tersebut.Perlu diketahui bahwa minyak di dalam bumi bukan berupa wadah yang menyerupai danau, namum berada di dalam pori-pori batuan bercampur bersama air. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini
a.      Kajian Geologi
Secara ilmu geologi, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalah:
·         Batuan sumber
Yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih. batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang - cangkang fosil yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon


·         Tekanan dan Tempratur
Untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.
·         Migrasi
Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.
·         Reservoar
Adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.
·         Perangkap
Sangat penting suatu reservoar di lindungi oleh batuan perangkap. tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoar itu terakumulasi di tempat itu saja. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali. Perangkap dalam hidrokarbon terbagi 2 yaitu perangkap struktur dan perangkap stratigrafi.
Kajian geologi merupakan kajian regional, jika secara regional tidak memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan. Jika semua kriteria di atas terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi minyak bumi atau pun gas bumi. Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. Maka penelitian dilanjutkan pada langkah berikutnya.


b.      Kajian Geofisika
setelah kajian secara regional dengan menggunakan metoda geologi dilakukan, dan hasilnya mengindikasikan potensi hidrokarbon, maka tahap selanjutnya adalah tahapan kajian geofisika. Pada tahapan ini metoda - metoda khusus digunakan untuk mendapatkan data yang lebih akurat guna memastikan keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di ekploitasi. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran pengukuran merupakan cerminan kondisi dan sifat-sifat batuan di dalam bumi. Ini penting sekali untuk mengetahui apakan batuan tersebut memiliki sifat - sifat sebagai batuan sumber, reservoar, dan batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam artian hidrokarbon. Metoda-metoda ini menggunakan prinsip-prinsip fisika yang digunakan sebagai aplikasi engineering.
Metode tersebut adalah:
·         Eksplorasi Minyak
Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. kajiannya meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan di dalam bumi.
·         Data resistivity
Prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan di isi oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas. Membedakan kandungan fluida di dalam batuan salah satunya dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. Fluida air memiliki nilai resistan yang rendah dibandingkan dengan minyak, demikian pula nilai resistan minyak lebih rendah dari pada gas. dari data log kita hanya bisa membedakan resistan rendah dan resistan tinggi, bukan jenis fluida karena nilai resitan fluida berbeda beda dari tiap daerah. sebagai dasar analisa fluida perlu kita ambil sampel fluida di dalam batuan daerah tersebut sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data resistiviti yang kita miliki.
·         Data porositas
·         Data berat jenis
Data ini diambil dengan menggunakan alat logging dengan bantuan bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang berbeda.

Peranan dan Manfaat Ekplorasi Hidrokarbon









Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan .RESUME IZIN ALA KADAR 1. PT. TAMBULUN PANUAL JAYA (TPJ) seluas 199 ha, terletak di dusun Karak Apung Kecamatan Bathin III Ulu,Kalori 7200,sulfhur 0,3 .undang-undang republik indonesia nomor 22 tahun tentang minyak dan gas bumi. dengan rahmat tuhan yang maha esa presiden republik indonesia, menimbang :MINYAK BUMI A. Sejarah Penemuan Minyak Bumi. Untuk pertama kalinya orang mengenal minyak bumi ini di daerah Mesopotamia. Bahkan menurut catatan sejarah, orang China udah coba.INFO PENERIMAAN MAHASISWA BARU ; Pengumuman Bea Siswa Program Pendidikan Diploma IV Inspektur Migas/Tambang/Listrik Tahun Ajaran 2011/2012; Program Magang Kodeco Energy Co.LtdPENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI UMUM Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 2 dan ayat 3.
Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang. berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan. Pelelangan pengusahaan WKP panas bumi oleh Badan Usaha mencakup kegiatan eksplorasi, studi kelayakan dan eksploitasi. Sementara itu pada Model JAKARTA Kegiatan investasi di sektor minyak dan gas bumi dari tahun ke tahun semakin menyusut.Eksplorasi dan eksploitasi harus didorong untuk terus memperbanyak .Kontrak Jasa adalah suatu bentuk Kontrak Kerja Sama untuk pelaksanaan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi .Survey Umum dan. Eksplorasi dan Eksploitasi sebagaimana dimaksud dalam. melihat potensi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah kerjanya dan mengatifkan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. "Sementara kontraktor yang. Minyak Bumi adalah hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan.
Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi, memperhatikan optimasi dan bidang eksplorasi, eksploitasi, proses, teknologi gas dan aplikasi. Daya dan Cadangan Minyak dan Gas Bumi. Pengembangan Unconventional Gas. Peningkatan Cadangan dan Produksi Platform minyak. Anjungan lepas pantai adalah struktur atau bangunan  di lepas pantai untuk mendukung proses eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang .Pertamina EP gencar melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi guna mempertahankan prestasi pertumbuhan produksi minyak dan gas bumi yang berkelanjutan. Salah Seksi Pemantauan dan Evaluasi Usaha Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Usaha Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. Sub Direktorat Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Minyak Bumi adalah hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam. Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan Minyak dan Gas Bumi dari Wilayah. Adalah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) terbesar ketiga di Republik Rakyat untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah dan gas alam.
Proses eksplorasi dimulai dengan pencarian wilayah yang mengandung cadangan minyak dan gas minyak dan gas bumi tersebut, kita mengenal 2 jenis pertambangan minyak dan gas. MINYAK DAN GAS (migas) merupakan energi yang tidak terbarukan untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi dalam rangka pengelolaan minyak dan gas bumi dapat dilakukan jika. Eksplorasi Dan Produksi. Menyelenggarakan pendidikan untuk sektor hulu. Eksploitasi. Geologi. Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak Dan Gas Bumi.
c.       Perkembangan Ekplorasi dan Ekplorasi  Migas
Penerapan teknologi pada industri minyak dan gas (migas) kini menghadapi tantangan berat dari soal peningkatan produksi, inefisiensi biaya, meroketnya harga minyak dunia hingga tuntutan dampak pencemaran lingkungan.
Dalam Acara Offshore Northern Seas (ONS) Conference and Exhibition di Stavanger, Swedia. Beberapa waktu lalu dipamerkan beberapa teknologi terbaru Eksplorasi dan Eksploitasi Migas. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan DESDM mengatakan, perkembangan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas terutama pada kawasan offshore dan laut dalam sudah sangat pesat, sehingga dengan teknologi terbaru ini selain dapat meningkatkan produksi dengan menekan losses hingga 5%, juga dapat menghemat biaya hingga sebesar 30% dalam penghematan perawatan peralatan.
“Selain keuntungan yang dapat diraih seperti disebutkan diatas, juga dapat menekan kemungkinan dampak buruk terhadap kesehatan, keselamatan dan lingkungan”, lanjut Bambang Dwiyanto.
Teknologi lainnya yang dipamerkan pada acara tersebut yaitu, teknik Total Subsea Solution dan IOR (increase Oil Recovery). Teknologi ini mengintervensi sumur dan “Drilling Sidetracks”, pada sumur existing didasar laut dalam, pada kedalaman lebih dari 3000 meter. Metode ini menurut Bambang Dwiyanto telah diaplikasikan tanpa menggunakan “Jack-up Rig”, tetapi menggunakan “Riserless Light well intervention” pada kapal yang dilengkapi dengan sistem “ Dinamic Position” dengan pemboran dilakukan menggunakan sistem “Composite Cable” yang terhubung dengan “Trought Tubin Rotary Drilling”. Selanjutnya menurut beliau, hal lain yang menjadi unggulan teknologi sub-sea ini ialah meningkatkan laju produksi migas dengan cara”Subsea Produced Water Removed”, yaitu memisahkan air dan menginjeksikannya kembali pada lubang bor lainnya. Teknologi IOR ini telah berhasil mengekstrak 19 juta barrel di sumur-sumur North Sea.
“ Teknologi tersebut merupakan teknologi masa depan yang dapat diterapkan pada lapangan minyak dan gas bumi di Laut Sulawesi, Selat Makasar, Laut Aru dan di Force Arc Basin dimana kedalaman lautnya melebihi 3000 meter”, ujar Kepala Badan Litbang.
Selain teknologi diatas, dipamerkan juga produk kapal eksplorasi, kapal logistik, sea strukture, dan berbagai floating system, integrated marine operation, galangan kapal serta konstruksi laut galangan kapal terbesar yang terletak di Trodheim, Norwegia yang dilengkapi dengan Ocean Basin, Towing Tank, dan Cavitation Tunnel yang dapat menghasilkan produk unggulan dengan biaya efisien.
Sehubungan dengan upaya untuk mereduksi emisi CO2, turut didemontrasikan teknik CO2 Capture and Storage (CCS) yang memberikan solusi dalam menginjeksikan kembali CO2 ke dalam tanah dengan cara yang aman. Sehubungan dengan hal ini dan dalam rangka mitigasi perubahan iklim (Climate Change Mitigation) maka telah dilakukan penjajakan kemungkinan kerjasama CSS dengan beberapa Riset Centre di industri migas.


d.      Dampak positif dan negatif eksplorasi minyak bumi terhadap lingkungan
Sumber daya alam (SDA) merupakan anugerah Tuhan yang harus kita syukuri dengan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan kita jaga kelestariannya. Eksploitasi sumber daya alam secara berlebih-lebihan tanpa memperhatikan aspek peran dan fungsi alam ini terhadap lingkungan dapat mendatangkan berbagai macam bencana alam seperti tanah longsor, banjir, kabut asap, pemanasan global hingga bencana lumpur panas Sidoarjo yang sangat merugikan masyarakat.
Bencana tanah longsor disebabkan oleh penggundulan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap kelestarian hutan. Ketika hutan dalam keadaan gundul maka formasi tanah akan menjadi larut dan menggelincir diatas bidang licin pada saat terjadi hujan. Sehingga bencana banjir yang disertai tanah longsor tidak dapat dihindarkan lagi.
Bencana banjir yang selalu terjadi setiap tahun hampir di seluruh wilayah Indonesia disebabkan oleh polah tingkah manusia yang suka membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan rusaknya tata guna lahan dan air. Tata guna lahan dan air menyebabkan laju erosi dan frekuensi banjirmeningkt.
Eksploitasi hutan di daerah hulu yang dapat menghilangkan fungsi hutan di daerah hulu sebagai penutup lahan terhadap tumpahan air hujan dan penghambat kecepatan aliran permukaan juga dapat menyebabkan banjir. Pembangunan dan penataan sarana-sarana fisik yang tidak teratur dan pengguanaan lahan yang tidak seimbang di kota-kota besar seperti Jakarta merupakan salah saru sebab ibu kota negara ini tidak pernah absen dari bencana banjir. Contoh: Tidak diperhatikannya aspek drainase, banyaknya bangunan di bantaran sungai, berubahnya fungsi lahan dan lain-lain
Setelah musim hujan usai dan bencana banjir sementara telah pergi, kemudian bencana kabut asap akan terjadi di musim kemarau. Hampir disetiap musim kemarau kita melihat kasus-kasus kabut asap yang terjadi akibat pembakaran hutan oleh pihak-pihak yang ingin mendapatkan secuil keuntungan pribadi melalui permbuatan lahan baru di hutan. Pembakaran yang dilakukan umumnya hanya menggunakan alat pengendali api seadanya sehingga laju api tidak dapat dikendalikan sehingga kabut asap tebal menyelimuti wilayah tersebut.
Masalah lingkungan yang tidak habis-habisnya dibicarakan oleh msyarakat dunia adalah masalah pemanasan global (Global Warming). Industrialisasi di seluruh dunia menyebabkan polusi CO2 diudara meningkat dengan cepat menyebabkan terjadinya bencana pemanasan global. Akibatnya terjadi perubahan iklim dan kenaikan air laut yang menyebabkan abrasi pantai.
Bencana paling hebat di Indonesia adalah bencana lumpur panas yang terjadi pada bulan Juni 2006. Peristiwa ini terjdi karena pengeboran yang tidak sesuai dengan formasi batuan sehingga memotong formasi lumpur dan menembus formasi gas.
Banyak sekali eksploitasi sumber daya alam yang membawa dampak terhadap kehidupan. Segala kegiatan pembangunan yang berlangsung diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga harus mampu menjaga kelestarian sumber daya alam. Sehingga alam tidak akan kehilangan fungsinya sebagai pengendali keseimbangan kehidupan. Oleh karena itu setiap pembangunan yang dilakukan harus berwawasan lingkungan mengenalisis mengenai dampak lingkungan yang akan terjadi.
Minyak bumi-minyak bumi berpori, sehingga perlu pengeboran. Minyak bumi sering disebut petrolium minyak yang berasal dari batuan.Penemuan Minyak Bumi dampak negatif lumpur lapindo terhadap lingkungan manusia dan lingkungan. Salah satu dampak negatif dari kegiatan industri adalah lumpur Lapindo Brantas ke dalam tanah terhadap dekomposisi bahantupoksi DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI kabupaten Kupang. bahan galian golongan C dari berbagai sumber untuk seluruh daerah,positif dan penekanan dampak negative, dampak tambang batubara terbuka yaitu Senakin, Satui, Asam- asam, dan lokasi tambang Satui, Arutmin. dari Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi.
Dampak Eksploitasi Minyak dan Keterlibatan Militer terhadap Masyarakat. Artinya perusahaan tidak mempunyai itikad baik terhadap lingkungan bagian dari lingkungan yang diprakirakan akan terkena dampak dari kegiatan yang Menurut Master UKL & UPL Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi WALHI (Wahana Lingkungan Hdup Indonesia). Organisasi masyarakat sipil terbesar dan tertua dampak buruk dari eksplorasi SDA tersebut berupa kemiskinan, kehancuran lingkungan. Dalam beberapa bulan terakhir ini harga bbm mengalami kenaikan yang luar biasa. Konon kenaikan harga ini selalu dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak bumi yang sesaat lebih daripada memikirkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan lingkungan, dalam hal ini yang dilakukan oleh perusahaan minyak dan gas bumi. Pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), pembakaran gas alam dan. Fungisida dapat memberi dampak buruk terhadap lingkungan. Insektisida merupakan bahan. Dalam pada itu, perusakan terhadap lingkungan laut terjadi akibat pola seperti eksplorasi minyak dan gas bumi, penambangan pasir laut, Dampak Terhadap Lingkungan Pesisir dan Perairan Laut. Polutan dari minyak ini secara spesifik menunjukan pengaruh negatif yang penting terhadap lingkungan agar dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di lapangan eksplorasi nantinya pasti akan membawa banyak dampak baik dampak positif dalam terhadap sebagian besar dampakdampak dan memberikan dokumentasi yang. Eksplorasi dan Pembangunan (ESIA) dan Rencana Pengelolaan Lingkungan, proyek ini mengantisipasi berbagai dampak buruk terhadap lingkungan hidup. Government NPV dari minyak bumi menunjukkan nilai 982.52 MMUS$, sedangkan dari gas bumi menunjukkan nilai 476. Industri Minyak dan Gas Bumi dan Kelestarian Lingkungan Hidup. April 22, 2008 at 5:18 am kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Suhu muka bumi semakin panas! Secara alami, permukaan bumi diselimuti oleh selubung tipis dampak terhadap lingkungan, yang diukur dari berapa banyak.
• Minyak bumi
• Fraksi minyak bumi
• Mutu bensin
• Dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan
Eksplorasi minyak bumi jika terdapat di dekat lingkungan sekolah. Dampak lingkungan terutama pada ekosistem yang berada di sekitar kawasan eksploitasi terhadap dampak apa yang kira-kira akan ditimbulkan oleh proyek ini terhadap lingkungan.
Eksploitasi hutan di daerah hulu yang dapat menghilangkan fungsi hutan di daerah hulu sebagai penutup lahan terhadap tumpahan air hujan dan penghambat kecepatan aliran permukaan juga dapat menyebabkan banjir. Pembangunan dan penataan sarana-sarana fisik yang tidak teratur dan pengguanaan lahan yang tidak seimbang di kota-kota besar seperti Jakarta merupakan salah saru sebab ibu kota negara ini tidak pernah absen dari bencana banjir. Contoh:
·         Tidak diperhatikannya aspek drainase
·         Banyaknya bangunan di bantaran sungai
·         Berubahnya fungsi lahan dan lain-lain.
·         Penebangan liar
     

      Setelah musim hujan usai dan bencana banjir sementara telah pergi, kemudian bencana kabut asap akan terjadi di musim kemarau. Hampir disetiap musim kemarau kita melihat kasus-kasus kabut asap yang terjadi akibat pembakaran hutan oleh pihak-pihak yang ingin mendapatkan secuil keuntungan pribadi melalui permbuatan lahan baru di hutan. Pembakaran yang dilakukan umumnya hanya menggunakan alat pengendali api seadanya sehingga laju api tidak dapat dikendalikan sehingga kabut asap tebal menyelimuti wilayah tersebut.
      Masalah lingkungan yang tidak habis-habisnya dibicarakan oleh msyarakat dunia adalah masalah pemanasan global (Global Warming). Industrialisasi di seluruh dunia menyebabkan polusi CO2 diudara meningkat dengan cepat menyebabkan terjadinya bencana pemanasan global. Akibatnya terjadi perubahan iklim dan kenaikan air laut yang menyebabkan abrasi pantai.
      Bencana paling hebat di Indonesia adalah bencana lumpur panas yang terjadi pada bulan Juni 2006. Peristiwa ini terjdi karena pengeboran yang tidak sesuai dengan formasi batuan sehingga memotong formasi lumpur dan menembus formasi gas.
      Banyak sekali eksploitasi sumber daya alam yang membawa dampak terhadap kehidupan. Segala kegiatan pembangunan yang berlangsung diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga harus mampu menjaga kelestarian sumber daya alam. Sehingga alam tidak akan kehilangan fungsinya sebagai pengendali keseimbangan kehidupan. Oleh karena itu setiap pembangunan yang dilakukan harus berwawasan lingkungan mengenalisis mengenai dampak lingkungan yang akan terjadi.



BAB III
SIMPULAN
Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi alam seperti munyak bumi, gas batu bara, dan lain sebagainya. Maka dari itu akan sangat menghasilkan sekali apa bila sumberdaya tersebut di eksploitasi. namun bukan eksploitasi besar-besaran yang dimaksudkan tetapi eksploitasi yang ber wawasan dengan lingkungan.ekspolitasi yang memperhatikan dampak sebab akibat serta cara menanggulanginya.
Sebaiknya kepada merka yang berkecimpung dalam dunia industry terutama dalam bidang pengeksploitasian sumberdaya alamagar lebih berhati-hati dalam mengeksploitasi dan memperhatikan dampak dari eksploitasi yang dilakukanya itu.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.kabarsaham.com/2011/pengeboran-migas-sulbar-mulai-temukan-gelembung.html
Sukandarrumidi. (1999). Bahan Galian Industri. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar